Lewati ke konten
sanggabiz AITax Daftar webinar
Mockup Halaman ini adalah mockup demonstrasi produk. Seluruh angka, nama daerah, nama kecamatan, dan nama usaha yang ditampilkan adalah KARANGAN dan tidak mewakili data pemerintah daerah mana pun. Angka disusun agar besaran dan strukturnya wajar, semata-mata supaya alur kerja AITax dapat diperagakan — bukan untuk dikutip.
Road to Anniversary Webinar AITax

Maksimalkan pendapatan daerah
saat fiskal menurun

Transformasi pengelolaan pajak daerah berbasis data untuk Pemerintah Daerah & Badan Keuangan Daerah. Dua jalur yang bekerja paralel: menemukan wajib pajak yang belum terdaftar, dan menyusun target yang bisa dipertanggungjawabkan angkanya.

38.080 baris jejak digital dipanen dari 6 kanal
17.335 kandidat WP baru berperingkat, siap disurvei
Rp70,44 M potensi WP baru hasil penjaringan digital
7 metode proyeksi diadu, pemenang dipilih per jenis pajak

Seluruh angka, nama daerah, dan nama usaha pada halaman ini adalah karangan. Disusun agar besaran dan strukturnya wajar semata-mata supaya alur kerja AITax dapat diperagakan — bukan untuk dikutip.

Titik berangkat

Dari mengandalkan kiriman, menuju membangun mata air sendiri

Kondisi keuangan negara yang berubah dan kebijakan fiskal pusat yang semakin selektif menuntut daerah untuk tidak lagi sekadar menunggu. Persoalannya bukan pada tidak adanya basis, melainkan pada bagian basis yang belum terjaring dan bagian ketetapan yang belum tertagih.

01

Terlewatnya potensi baru

Kafe, penginapan tersembunyi, dan restoran yang ramai dikunjungi tetapi belum terdaftar sebagai wajib pajak. Pada daerah contoh, 2.960 objek hiburan terdeteksi sementara register hanya memuat 205 WP.

02

Keterbatasan SDM

Menyisir seluruh titik jalan setiap bulan tidak mungkin. Kapasitas administrasi pada daerah contoh menambahkan rata-rata 318 WP baru per tahun — yang membatasi bukan besar kolam, melainkan tenaga memprosesnya.

03

Target berbasis asumsi

Target sering ditetapkan dengan menaikkan angka tahun lalu 5% atau 10% secara flat, tanpa melihat potensi riil di lapangan maupun galat metodenya.

Empat angka yang menjadi jangkar cerita
9,84% pertumbuhan PDRB akomodasi dan makan minum pada tahun dasar
5,12% pertumbuhan penerimaan PBJT Hotel dan Makanan/Minuman pada tahun yang sama
Rp214,70 M tunggakan PBB-P2 posisi akhir tahun, kumulatif lintas tahun ketetapan
1.620 kandidat entitas hiburan terdeteksi digital namun belum terdaftar — verifikasi operasional wajib: pada kategori bioskop hanya 1 dari 6 kandidat terbukti beroperasi

Keempatnya berasal dari basis data yang berbeda dan mengukur hal yang berbeda, namun mengarah pada kesimpulan yang sama: kapasitas fiskal tidak dibatasi oleh lemahnya ekonomi, melainkan oleh jarak antara ekonomi yang berjalan dan ekonomi yang terlihat oleh administrasi perpajakan.

Struktur PAD daerah contoh · tahun dasar
Rp940,20 M

Pajak daerah menyumbang 69,23% dari total PAD 2025. Sumbernya sudah ada dan sebagian besar sudah bekerja — yang belum adalah bagian yang tidak terlihat sistem.

Pajak Daerah Rp651,00 M
69,24%
Lain-lain PAD yang Sah Rp181,60 M
19,32% Termasuk pendapatan BLUD Rp146,90 M
Retribusi Daerah & lainnya Rp107,60 M
11,44%
Arsitektur AITax

Dua jalur yang berjalan paralel

AITax bertindak sebagai asisten digital bagi Bapenda/BPKAD. Alih-alih pencarian pasif, sistem melacak potensi yang hilang lewat data digital — lalu memisahkan pekerjaannya menjadi dua jalur yang menjawab pertanyaan berbeda.

Pertanyaan yang dijawab jalur ini

Siapa yang berusaha di wilayah kita tetapi belum ada di register?

Panen jejak usaha dari Google Maps, OTA (Traveloka/Agoda/Airbnb), dan pesan-antar (GoFood/GrabFood).

Lihat jalur b selengkapnya

Dua jalur ini bertemu di akhir. Namun hasil penjaringan digital sengaja tidak menjadi masukan model proyeksi — ia dipakai terpisah untuk mengukur potensi ekstensifikasi. Pada daerah contoh, dari Rp70,44 M potensi WP baru hanya 1% yang dimasukkan ke target, sebagai margin kehati-hatian karena kandidat belum terverifikasi lapangan.

Jalur B · Ekstensifikasi

Menemukan wajib pajak yang belum terdaftar

Petugas tidak perlu berkeliling kota. Sistem menyisir jejak digital usaha, memisahkan yang sudah terdaftar dari yang benar-benar baru, lalu menyerahkan daftar bernama dan berperingkat kepada tim lapangan. Peragaan di bawah memakai daerah contoh Kabupaten Wanagiri — daerah karangan dengan angka karangan.

01

Scraping & cleansing

Panen mentah tidak pernah bisa langsung dipakai. Tiap kanal melewati corong yang sama: buang duplikat, pastikan benar-benar di wilayah, saring kategori yang bukan objek pajak.

Pilih kanal panen
38.080
baris mentah · 6 kanal
KanalSektorBaris mentahPeriode panenStatus
Google Maps — akomodasiPerhotelan6.480contoh · pekan ILengkap
Google Maps — kulinerMakanan & minuman11.240contoh · pekan ILengkap
Google Maps — hiburanKesenian & hiburan10.310contoh · pekan IILengkap
OTA (Traveloka, Agoda, Airbnb)Perhotelan7.125contoh · pekan IILengkap
OFD — GoFoodMakanan & minuman1.640contoh · pekan IIParsial
OFD — GrabFoodMakanan & minuman1.285contoh · pekan IIParsial

Penyaringan kategori memakai tiga keranjang, bukan dua: inti (jelas objek PBJT), abu-abu (status pajaknya bergantung fakta lapangan), dan luar objek (jelas bukan). Keranjang abu-abu sengaja tidak dipaksa masuk salah satu sisi.

02

Matching — memisahkan yang sudah terdaftar dari yang baru

Tantangannya perbedaan nama: di register Pemda tercatat "CV. MAJU BERSAMA (WARMINDO)", di Google Maps "Warmindo Mang Udin 24 Jam". Pencocokan nama berbobot token dipadu bukti lokasi — kandidat di kelurahan yang sama memakai ambang kemiripan lebih rendah daripada kandidat lintas kecamatan.

Perhotelan — Register × Maps × OTA
Hanya Registerterdaftar
358
Register ∩ Mapsterdaftar
148
Register ∩ OTAterdaftar
15
Register ∩ Maps ∩ OTAterdaftar
221
Hanya Mapsbelum terdaftar
2.540
Hanya OTAbelum terdaftar
985
Maps ∩ OTAbelum terdaftar
545
Total entitas unik4.812
TAM → SAM → potensi WP baru → SOM tahun-1
SektorTAMSAMTerdaftarPotensi WP baruSOM tahun-1
Perhotelan6.4324.8127424.07096288
Makanan & minuman14.15512.7152.41010.305188564
Kesenian & hiburan8.6703.1652052.96034102
Total29.25720.6923.35717.335318954

SOM dibatasi kapasitas administrasi, bukan besar kolam. Pada dua tahun terakhir, register bertambah rata-rata 318 WP baru per tahun di tiga sektor ini. Yang membatasi ekstensifikasi bukan kurangnya calon wajib pajak, melainkan tenaga untuk memprosesnya.

Kolam abu-abu · sengaja tidak dimasukkan SAM
1.620
Apartemen dan kost

Objek PBJT bila jumlah kamar melewati ambang perda

820
Objek kuliner abu-abu

Objek pajak bila menyediakan tempat konsumsi di lokasi

1.645
Objek hiburan abu-abu

Bergantung ada tidaknya pungutan tiket atau sewa

Statusnya tidak dapat ditentukan dari data daring, jadi tidak dipaksa masuk salah satu sisi — memutuskannya dari label Maps saja akan menggelembungkan atau mengempiskan potensi secara semu. Bila separuh saja dari 4.085 objek ini terbukti objek pajak, SAM gabungan bertambah sekitar 2.040 objek atau 10%.

03

Peta selisih — di mana ruang ekstensifikasi terbesar

Cakupan = WP terdaftar ÷ objek terdeteksi. Semakin rendah, semakin besar ruang ekstensifikasi. Hasilnya berupa peta prioritas wilayah yang bisa langsung diserahkan ke petugas lapangan.

Urutkan menurut
KecamatanAkomodasiMakanan & minumanKesenian & hiburan
Mangunjaya
Karanganom
Tanjungharjo
Kalibaru
Sidomukti
Cangkring
Grogolan
Pandanarum
Sekarwangi
Bantarwaru
Ngadirojo
Purwodadi
Girimulya
Tirtomulyo
Sumberarum
Sendangrejo
Wanasari
04

Scoring — mengubah urutan siapa yang didatangi lebih dulu

17.335 kandidat terlalu banyak untuk didatangi seluruhnya. Setiap kandidat diberi skor 0–100 yang menggabungkan bukti keberadaan dan indikasi ukuran usaha. Geser bobotnya dan lihat sendiri bagaimana daftar kerja berubah.

Bobot komponen skor
Wakil terbaik untuk keramaian pengunjung
Wakil untuk nilai transaksi
Menandakan usaha aktif dan terkelola
Mengutamakan kecamatan berkolam besar
Muncul di banyak kanal = bukti lebih kuat
Jumlah bobot100sesuai laporan
Peringkat kandidat akomodasiUrutan berubah
  1. 1Rumah Singgah AnggrekWanasari · 2.845 ulasan · maps + traveloka + agoda91,8 1
  2. 2Griya Lawu Guest HouseWanasari · 398 ulasan · maps + agoda + traveloka88,7 1
  3. 3Villa Puncak SindoroTirtomulyo · 74 ulasan · maps + traveloka + agoda82,7
  4. 4Omah Kayu SekarWanasari · 19 ulasan · maps + traveloka + airbnb79,3
  5. 5Villa Tirta SuitesWanasari · 15 ulasan · maps + traveloka + airbnb78,2
  6. 6Pondok BougenvillePandanarum · 287 ulasan · maps + agoda78,0
  7. 7Wisma CendanaTirtomulyo · 52 ulasan · maps + airbnb + traveloka76,5
  8. 8Pool Villa KertanegaraWanasari · 23 ulasan · airbnb + traveloka75,0
  9. 9Bale Kencana RetreatGirimulya · 14 ulasan · maps + airbnb + traveloka70,6 1
  10. 10Villa Ranu KumboloWanasari · 118 ulasan · airbnb −15%63,8 1

Geser bobot untuk melihat siapa yang naik ke atas daftar kerja petugas. Inilah satu-satunya alasan skoring dibuat: mengubah urutan siapa yang didatangi lebih dulu. Pada sektor kuliner dan hiburan, komponen ulasan dan harga tidak tersedia, sehingga skornya bersandar pada rating, wilayah, dan jumlah kanal saja — daya pembedanya lebih lemah.

Ukuran sampel uji petik · Cochran 95%, margin galat 5%, cadangan 10%
Perhotelan
386
dari 4.070 kandidat · minimum 351
Makanan & minuman
407
dari 10.305 kandidat · minimum 370
Kesenian & hiburan
374
dari 2.960 kandidat · minimum 340
Total uji petik
1.167
dari 17.335 kandidat
05

Berapa tambahan penerimaannya

Karena data omzet tidak tersedia, estimasi tidak dibangun dari asumsi omzet yang dikarang, melainkan dari realisasi yang benar-benar terjadi: realisasi 2024 dibagi jumlah WP terdaftar, lalu didiskon karena WP baru hampir pasti lebih kecil dari rata-rata WP lama.

Skenario siap pakai

Batas atas WP baru ditetapkan kapasitas administrasi, bukan besar kolam. Basis 1× adalah rata-rata penambahan WP dua tahun terakhir: 96 jasa perhotelan, 188 makanan & minuman, 34 kesenian & hiburan per tahun.

WP baru hampir pasti lebih kecil daripada rata-rata WP lama — rata-rata itu ditarik ke atas oleh hotel berbintang dan restoran besar. Diskon ini sudah sekaligus memperhitungkan ambang omzet dan kemungkinan ketidakpatuhan; keduanya tidak boleh dikurangkan sekali lagi.

Tambahan penerimaan per tahun
Rp13,8 M
+4,3% terhadap realisasi 2024 tiga sektor (Rp323,6 M)
636
WP baru/tahun
Setara skenario baku Moderat Rp13,8 M per tahun, +4,3%.
SektorRealisasi 2024Hasil/WPWP baruTambahan% sektor
Jasa perhotelan10%Rp148,4 MRp200 jt192Rp7,7 M+5,2%
Makanan & minuman10%Rp156,7 MRp65 jt376Rp4,9 M+3,1%
Kesenian & hiburan10% / 40%Rp18,5 MRp90,2 jt68Rp1,2 M+6,6%
Uji silang independen

Dua metode yang berdiri sendiri saling menguatkan

Sektor perhotelan bisa diperiksa lewat jalur kedua yang tidak bergantung pada realisasi, karena tarif kamar berhasil dipanen dari OTA (4.870 nilai valid). Sebuah vila 6 kamar pada okupansi 30–40% menghasilkan PBJT Rp1747 juta per tahun — rentang yang memuat angka skenario moderat (Rp200 juta × 20% = Rp40 juta) hampir tepat di tengahnya.

Persentil 25Rp265.000
MedianRp540.000
Persentil 75Rp985.000
Persentil 25, okupansi 30%Rp17,4 jt
Median, okupansi 30%Rp35,5 jt
Median, okupansi 40%Rp47,3 jt
Jalur A · Proyeksi

Menyusun target yang bisa dipertanggungjawabkan

Target tidak dijawab dengan menaikkan angka tahun sebelumnya 5% atau 10% secara flat. Tujuh metode diadu, pemenangnya dipilih lewat backtesting per jenis pajak, dan jawabannya disajikan sebagai rentang. Peragaan di bawah memakai daerah contoh Kota Arunika — daerah karangan dengan angka karangan.

01

Data historis — membaca guncangan sebelum memodelkannya

Model yang baik dimulai dari deret yang cukup panjang untuk membedakan guncangan ekonomi dari guncangan kelembagaan. AITax memakan data mentah level transaksi, bukan rekap tahunan.

Deret pengamatan sebelas tahun · basis SPTPD

Kepatuhan jatuh 40 poin, dan penyebabnya bukan guncangan ekonomi

guncangan ekonomi lalu pemulihan
transisi kelembagaan, aturan baru berlaku

Memperpanjang deret pengamatan ke belakang sampai sebelas tahun memisahkan dua kandidat penyebab. Guncangan ekonomi menekan kepatuhan ke 72,9% lalu pulih. Yang terjadi pada 2024 berbeda kelas: jatuh ke 39,4% justru ketika omzet dilaporkan mencapai puncaknya (Rp2.276 M). Guncangannya kelembagaan, bukan ekonomi. Tanpa deret sepanjang ini, kedua penyebab itu tidak bisa dibedakan.

Segmentasi RFM — Recency, Frequency, Monetary

Satu basis WP, empat perlakuan berbeda

Model bottom-up ML tidak hanya melihat total setoran, melainkan kapan terakhir WP membayar, seberapa rutin, dan berapa nilainya. Klaster inilah yang memberi dasar intervensi berbeda per lapisan, alih-alih memperlakukan seluruh wajib pajak dengan pendekatan yang sama.

PBJT Hotel
  • Patuh Konsisten468
  • Pembayar Fluktuatif254
  • Menunggak Baru30
  • Baru Terdaftar14

Basis potensi didominasi klaster Patuh Konsisten. Identifikasi klaster berisiko memberi dasar intervensi yang berbeda per lapisan.

PBJT Makanan/Minuman
  • Pembayar Fluktuatif512
  • Patuh Konsisten495
  • Menunggak Baru106
  • Menunggak Kronis106

Berbeda dari perhotelan yang didominasi klaster patuh, ekosistem kuliner didominasi Pembayar Fluktuatif — konsisten dengan banyaknya entitas kecil-menengah bersiklus usaha pendek.

Cara membaca klaster pada dashboard AITax
Sultan

Sering bayar, nilainya besar, baru saja bayar — WP andalan.

Insentif, tax gathering, piagam penghargaan agar tetap patuh.
Tumbuh

Mulai rutin bayar, potensi dinaikkan kelasnya.

Pendampingan pelaporan dan penyesuaian ketetapan.
Stagnan

Bayar standar, jarang ada lonjakan.

Pemantauan rutin; uji silang omzet dengan jejak daring.
Beresiko

Dulu bayar besar/rutin, akhir-akhir ini menghilang.

Surat teguran atau kunjungan lapangan sebelum piutang menumpuk.
02

Multi-model & backtesting — metode dipilih, bukan diseragamkan

Setiap metode diuji memprediksi tahun yang sudah diketahui hasilnya. Yang MAPE-nya terkecil menang. Metode yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan karakteristik datanya, bukan satu formula yang diberlakukan seragam untuk semua jenis pajak.

03

Jawaban dalam bentuk rentang, bukan satu angka

Setiap metode mengandung galat dan setiap asumsi mengandung ketidakpastian. Jawaban satu angka tunggal akan menyesatkan — pengambil keputusan perlu melihat sekaligus batas kehati-hatian dan batas ambisi yang masih dapat dipertanggungjawabkan.

Rp754,50 MBatas bawah
Rp798,68 MTitik rekomendasi
Rp849,60 MBatas atas

Batas bawah — skenario kehati-hatian

Penerimaan yang diperkirakan tetap tercapai apabila tidak terjadi perbaikan kepatuhan maupun perluasan basis pajak. Layak dipakai sebagai lantai pagu pendapatan pada dokumen perencanaan.

Titik rekomendasi

Angka yang paling mungkin tercapai dengan kapasitas eksekusi organisasi pada kondisi sekarang, dan menjadi angka yang diusulkan sebagai target.

Batas atas — skenario kapasitas

Penerimaan yang secara ekonomi masih terjangkau apabila tax effort mendekati frontier. Layak jadi sasaran kerja internal, bukan pagu formal — dan bukan nilai TAM maupun SAM.

Yang tidak boleh dilakukan. Batas atas tidak boleh dipindahkan menjadi pagu formal tanpa disertai penambahan kapasitas pengawasan dan penagihan, karena angka tersebut mengasumsikan optimalitas kelembagaan yang belum terpenuhi.
Terhadap realisasi PDRD 2025
Rp724,50 M +10,2%
Terhadap estimasi 2026 (anualisasi Agustus)
Rp782,80 M +2% konservatif
Lebar rentang pajak daerah
11,1% terhadap titik rekomendasi
Jangkar makro · Stochastic Frontier Analysis

Selisih 1,23 poin persentase yang harus dijelaskan

PDRB akomodasi dan makan minum tumbuh 9,84% pada 2025. Dengan elastisitas model makro, penerimaan PBJT Hotel dan Makanan/Minuman semestinya tumbuh 6,35% apabila upaya dan kapasitas pemungutan sudah berada pada batas maksimumnya. Yang terjadi adalah 5,12%. Angka frontier itu bukan ramalan, melainkan batas atas bersyarat.

PDRB akomodasi & makan minum9,84%
Frontier SFA — bila optimal6,35%
Realisasi penerimaan5,12%
  • Melemahnya kepatuhan pelaporan
  • Kebijakan efisiensi belanja perjalanan dinas dan kegiatan pemerintah yang menekan hunian hotel
  • Sebagian ekonomi kota yang bertumbuh di ruang yang tidak terlihat sistem administrasi perpajakan
Cara kerja sederhana

Empat langkah, dari berkas Excel sampai keputusan

1

Upload data PAD & wajib pajak

Data mentah level transaksi: ID WP, nama, tanggal pembayaran, nominal.

2

AI engine memproses & mencocokkan data

Hybrid column detection, deduplikasi, verifikasi wilayah, semantic matching.

3

Dashboard menampilkan forecast & gap

Proyeksi 12 bulan, segmentasi RFM, akurasi model (MAPE), peta cakupan.

4

Pemda menentukan tindak lanjut kebijakan

Daftar survei berperingkat, prioritas penagihan, postur target APBD.

Yang perlu disiapkan Pemda

Empat unsur informasi, itu saja

AITax dilengkapi hybrid column detection, jadi nama kolom tidak perlu disamakan persis. Yang wajib adalah substansinya.

Gunakan data mentah level transaksi. Jangan memakai data yang sudah direkapitulasi per tahun atau per kecamatan — AI membutuhkan riwayat transaksi per WP beserta tanggal pastinya agar bisa menjalankan RFM dan mendeteksi pola musiman.
1
ID Wajib Pajak NOP, NPWPD, KODE_WP, ID_Pelanggan
2
Nama Wajib Pajak NM_WP_SPPT, Nama Usaha, BNAMA
3
Tanggal Pembayaran TGL_PEMBAYARAN_SPPT, Tanggal Setor — tanggal pembayaran asli, bukan tanggal ketetapan
4
Nominal Pembayaran RPSET, Jumlah Dibayar, Nominal Pajak
Bentuk keluaran

Dua daerah contoh, dua jalur, dua bentuk keluaran

Bukan demonstrasi konsep. Kedua kajian di bawah ini diserahkan sebagai laporan final kepada pemerintah daerah masing-masing dan dipakai sebagai dasar penyusunan target.

Kota Arunika

ilustrasi
Daerah contoh · Jalur A

Kajian potensi dan proyeksi target PDRD: 11 jenis pajak, tujuh metode diadu lewat backtesting, target disajikan sebagai rentang Rp754,50–849,60 M dengan titik rekomendasi Rp798,68 M.

Rp713,48 M titik rekomendasi target pajak daerah
7 metode diuji backtesting, pemenang dipilih per jenis pajak
Rp70,44 M potensi WP baru hasil penjaringan digital

Kabupaten Wanagiri

ilustrasi
Daerah contoh · Jalur B

Analisis potensi PBJT: 38.080 baris mentah dari enam kanal, disaring menjadi 17.335 kandidat berperingkat yang siap disurvei petugas lapangan.

17.335 kandidat WP baru berperingkat
6,5% cakupan sektor hiburan — 205 WP vs 3.165 objek layak pajak
Rp13,8 M tambahan per tahun pada skenario moderat
Batas kejujuran analitik

Yang bisa membuat angka ini meleset — dinyatakan terbuka

Estimasi ekstensifikasi bersifat kasar dan bukan proyeksi anggaran. Metodologi AITax mencatat secara terbuka apa saja yang belum terukur, karena angka yang batasnya disembunyikan lebih berbahaya daripada angka yang batasnya diketahui.

  • Ambang omzet minimum pada sektor kuliner belum terukur — bila proporsi kandidat yang melewatinya jauh di bawah dugaan, angka sektor kuliner bisa turun setengahnya.
  • Presisi daftar kandidat belum diuji petik lapangan, sehingga estimasi belum punya selang kepercayaan.
  • Faktor diskon 10/20/35% adalah pilihan penilaian, bukan hasil pengukuran, sampai kalibrasi omzet dengan data SPTPD dikerjakan.
  • Verifikasi operasional tetap wajib: pada contoh kategori bioskop, hanya 1 dari 6 kandidat terbukti beroperasi.
  • WP baru tidak menyetor penuh di tahun pertama — pendaftaran di pertengahan tahun berarti setoran hanya sebagian.
Paket implementasi untuk Pemda

Empat tahap penerapan

01

Diagnostic & Data Readiness

Pemetaan data PAD dan WP, proses bisnis, kebutuhan dashboard, kesiapan organisasi.

02

Dashboard & Model Forecasting

Pembangunan dashboard, proyeksi PAD, analisis taxpayer gap, visualisasi insight.

03

Capacity Building Aparatur

Pelatihan penyiapan data, forecasting, interpretasi, validasi, dan perumusan kebijakan.

04

Pendampingan & Monitoring

Helpdesk, pemantauan penggunaan, pelaporan keluaran, rekomendasi tindak lanjut.

Road to Anniversary

Maksimalkan Pendapatan Daerah Saat Fiskal Menurun dengan AITax

Transformasi Pengelolaan Pajak Daerah Berbasis Data untuk Pemerintah Daerah & Badan Keuangan Daerah

Yang akan Anda dapatkan
Pengenalan Fitur Utama AITAX Arsitektur dua jalur: penjaringan WP baru dari jejak digital, dan pemodelan data untuk proyeksi target.
Monitoring & Analisis Pajak Daerah Dashboard cakupan per kecamatan, segmentasi RFM wajib pajak, dan pemantauan pendatang baru per kuartal.
Pemanfaatan Data untuk Mendukung Keputusan Target disajikan sebagai rentang beserta titik rekomendasi, bukan satu angka yang tidak bisa ditakar risikonya.
Narasumber Putut Purwandono Kabid Pembukuan Penagihan Pengembangan Pendapatan Daerah BPKAD Kota Yogyakarta
Tanggal
Senin, 31 Agustus 2026
Waktu
08:00–09:00 WIB
Kanal
Online via Google Meet
Fasilitas
E-sertifikat (dapat digunakan untuk pemenuhan JPL ASN)
Daftar sekarang Gratis
bit.ly/RegistrasiWebinarAITax